Kamis, 24 November 2011

MANUSIA DAN PENDERITAAN

Pengertian Penderitaan
Ngomongin penderitaan berarti kita harus tau arti kata terlebih dahulu. Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa sansekerta dhra artinya menahan atau menanggung. Derita artinya  menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan dapat berupa penderitaan lahir atau batin atau lahir dan batin. Penderitaan termasuk realitas manusia dan dunia. Intensitas penderitaan bertingkat-tingkat, ada yang berat, ada yang ringan. Namun peranan individu juga menentukan berat-tidaknya intensitas penderitaan. Suatu pristiwa  yang dianggap penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Dapat pula suatu penderitaan merupakan energi untuk bangkit kembali bagi seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencpai kenikmatan dan kebahagiaan.
Siksaan
Siksaan dapat diartikan sebagai siksaan badan atau jasman, dan dapat juga berupa siksaan jiwa atau rokhani. Akiabt siksaan yang dialami seseorang, timbullah penderitaan. Siksaan yagn sifatnya psikis bisa berupa : kebimbangan, kesepian, ketakutan. Ketakutan yang berlebih-lebihan yang tidak pada tempatnya disebut phobia.banyak sebab yang menjadikan seseorang  merasa ketakutan antara lain : claustrophobia dan agoraphobia, gamang, ketakutan, keakitan, kegagalan. Para ahli ilmu jiwa cenderung berpendapat bahwa phobia adalah suatu gejala dari suatu problema psikologis yang dalam, yang harus ditemukan, dihadapi, dan ditaklukan sebelum phobianya akan hilang. Sebaliknya ahli-ahli yang merawat tingkah laku percaya bahwa suatu phobia adalah problemnya dan tidak perlu menemukan sebab-sebabnya supaya mendapatkan perawatan dan pengobatan. Kebanyakan ahli setuju bahwa tekanan dan ketegangan disebabkan oleh karena si penderita hidup dalam keadaan ketakutan terus menerus, membuat keadaan si penderita sepuluh kali lebih parah.
Kekalutan Mental
Penderitaan batin dalam ilmu psikologi dikenal sebagai kekalutan mental. Secara lebih sederhana kekalutan mental adalah gangguan kejiwaan akibat ketidakmampuan seseorang menghadapi persoalan yang harus diatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah laku secara kurang wajar. Gejala permulaan bagi seseorang yang mengalami kekalutan mental adalah :
  1. nampak pada jasmani yang sering merasakan pusing, sesak napas, demam, nyeri pada lambung
  2. nampak pada kejiwaannya dengan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, mudah marah
Tahap-tahap gangguan kejiwaan adalah :
  1. gangguan kejiwaan nampak pada gejala-gejala kehidupan si penderita bisa jasmana maupun rokhani
  2. usaha mempertahankan diri dengan cara negative
  3. Kekalutan merupakan titik patah (mental breakdown) dan yang bersangkutan mengalam gangguan
Sebab-sebab timbulnya kekalutan mental :
  1. Kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang sempurna
  2. terjadinya konflik sosial budaya
  3. cara pematangan batin yang salah dengan memberikan reaksi yang berlebihan terhadap kehidupan sosial
Proses kekalutan mental yang dialami seseorang mendorongnya kearah positif dan negative. Posotf; trauma jiwa yang dialami dijawab dengan baik sebgai usaha agar tetap survey dalam hidup, misalnya melakukan sholat tahajut, ataupun melakukan kegiatan yang positif setelah kejatuhan dalam hidupnya. Negatif; trauma yang dialami diperlarutkan sehingga yang bersangkutan  mengalami fustasi, yaitu tekanan batin akibat tidak tercapainya apa yang diinginkan. Bentuk fustasi antara lain :
  1. agresi berupa kamarahan yang meluap-luap akibat emosi yang tak terkendali dan secara fisik berakibat mudah terjadi hypertensi atau tindakan sadis yang dapat membahayakan orang sekitarnya
  2. regresi adalah kembali pada pola perilaku yang primitive atau kekanak-kanakan
  3. fiksasi; adalah peletakan pembatasan pada satu pola yang sama (tetap) misalnya dengan membisu
  4. proyeksi; merupakan usaha melemparkan atau memproyeksikan kelemahan dan sikap-sikap sendiri yang negative kepada orang lain
  5. Identifikasi; adalah menyamakan diri dengan seseorang yang sukses dalam imaginasinya
  6. narsisme; adalah self love yang berlebihan sehingga yang bersangkutan merasa dirinya lebih superior dari paa orang lain
  7. autisme; ialah menutup diri secara total dari dunia riil, tidak mau berkomunikasi dengan orang lain, ia puas dengan fantasinya sendiri yagn dapat menjurus ke sifat yang sinting
Dalam materi ini kita dapet mengetahui tentang apa itu penderitaan, Kehidupan manusia tidak akan datar pasti bergelombang maksudnya pasti ada yang enak dan tidak enak nya, sebut saja yang tidak enak penderitaan. Dalam menghadapi penderitaan setiap orang pasti melakukan hal yang berbeda untuk menahan atau menyikapinya, ada yang menyikapinya dengan tindakan positif dan negatif, misalkan yang positif ia akan lebih berusaha agar tidak mendapatkan penderitaan yang ia sudah alami bahkan bisa menjadikannya sebagai sebuah peluang dalam melakukang sebuah inovasi baru, sedangkan yang negatif ia akan trauma dan membuat kondisi ia menjadi labil karena terlalu berlebihan mengikapi penderitaannya dan bahkan sampai ingin bunuh diri.

MANUSIA DAN KEADILAN

Pengertian Keadilan
Keadilan menurut Aristoteles adalah kelayakan dalam tindakan manusia. Kelayakan diartikan sebagai titik tengah antara kedua ujung ekstrem yang terlalu banyak dan terlalu sedikit. Kedua ujung ekstrem ini menyangkut dua orang atau benda. Bila kedua orang tersebut mempunyai kesamaan dalam ukuran yang telah ditetapkan, maka masing-masing orang harus memperoleh benda atau hasil yang sama, kalau tidak sama, maka masing – masing orang akan menerima bagian yang tidak sama, sedangkan pelangggaran terjadap proporsi tersebut disebut tidak adil.
Keaadilan oleh Plato diproyeksikan pada diri manusia sehingga yang dikatakan adil adalah orang yang mengendalikan diri dan perasaannya dikendalikan oleh akal. Socrates memproyeksikan keadilan pada pemerintahan. Menurut Socrates, keadilan akan tercipta bilamana warga Negara sudah merasakan bahwa pemerintah sudah melakukan tugasnya dengan baik. Mengapa diproyeksikan kepada pemerintah ? sebab pemerintah adalah pimpinan pokok yang menentukan dinamika masyarakat. Kong Hu Cu berpendapat bahwa keadilan terjadi apabila anak sebagai anak, bila ayah sebagai ayah, bila raja sebagai raja, masing-masing telah melaksanakan kewajibannya. Pendapat ini terbatas pada nilai-nilai tertentu yang sudah diyakini atau disepakati.
Menurut pendapat yang lebih umum dikatakan bahwa keadilan itu adalah pengakuan dan pelakuan yang seimbang antara hak-hak dan kewajiban. Keadilan terletak pada keharmonisan menuntuk hak dan menjalankan kewajiban. Atau dengan kata lain, keadilan adalah keadaan bila setiap orang memperoleh apa yang menjadi hak nya dan setiap orang memperoleh bagian yang sama dari kekayaan bersama.
Berbagai Macam Keadilan
1. Keadilan legal atau keadilan moral
Plato berpendapat bahwa keadilan dan hukum merupakan substansi rohani umum dari masyarakat yang membuat dan menjadi kesatuannya. Dalam masyarakat yang adil setiap orang menjalankan pekerjaan menurut sifat dasarnya paling cocok baginya ( the man behind the gun ). Pendapat Plato itu disebut keadilan moral, sedangkan oleh yang lainnya disebut keadilan legal
2. Keadilan distributive
Aristotele berpendapat bahwa keadilan akan terlaksana bilamana hal-hal yang sama diperlakukan secara sama dan hal-hal yang tidak sama diperlakukan tidak sama (justice is done when equels are treated equally).
3. Keadilan komutatif
Keadilan ini bertujuan untuk memelihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum.Bagi Aristoteles pengertian keadilan ini merupakan asas pertalian dan ketertiban dalam masyarakat. Semua tindakan yang bercorak ujung ekstrem menjadikan ketidakadilan dan akan merusak atau bahkan menghancurkan pertalian dalam masyarakat

Kejujuran
Kejujuran atau jujur artinya apa-apa yang dikatakan seseorang sesuai dengan hati nuraninya, apa yang dikatakan sesuai dengan kenyataan yang ada. Sedang kenyataan yang ada itu adalah kenyataan yang benar-benar ada. Jujur juga berarti seseorang bersih hatinya dari perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh agama dan hukum. Untuk itu dituntut satu kata dan perbuatan, yang berarti bahwa apa yang dikatakan harus sama dengan perbuatannya. Karena itu jujur berarti juga menepati janji atau kesanggupan yang terlampir melalui kata-kata ataupun yang masih terkandung dalam hati nuraninya yang berupa kehendak, harapan dan niat.

Kecurangan
Kecurangan atau curang identik dengan ketidakjujuran atau tidak jujur, dan sama pula dengan licik, meskipun tidak serupa benar. Curang atau kecurangan artinya apa yang diinginkan tidak sesuai dengan hari nuraninya atau, orang itu memang dari hatinya sudah berniat curang dengan maksud memperoleh keuntungan tanpa bertenaga dan berusaha. Kecurangan menyebabkan orang menjadi serakah, tamak, ingin menimbun kekayaan yang berlebihan dengan tujuan agar dianggap sebagai orang yang paling hebat, paling kaya, dan senang bila masyarakat disekelilingnya hidup menderita. Bermacam-macam sebab orang melakukan kecurangan. Ditinjau dari hubungan manusia dengan alam sekitarnya, ada 4 aspek yaitu aspek ekonomi, aspek kebudayaan, aspek peradaban dan aspek teknik. Apabila keempat asepk tersebut dilaksanakan secara wajar, maka segalanya akan berjalan sesuai dengan norma-norma moral atau norma hukum. Akan tetapi, apabila manusia dalam hatinya telah digerogoti jiwa tamak, iri, dengki, maka manusia akan melakukan perbuatan yang melanggar norma tersebut dan jadilah kecurangan.

MANUSIA DAN KEINDAHAN

Menurut ilmu filsafat seni manusia adalah makhluk pemuja keindahan. lewat panca indera manusia dapat menikmati keindahan dan setiap saat tak dapat berpisah dengannya, serta  berupaya untuk dapat menikmatinya dalam waktu yang lama. Kalau tidak dapat memperolehnya manusia mencari kian kemari agar dapat menemukan dan memuaskan rasa dahaga akan keindahan.

Manusia setiap waktu memperindah diri, pakaian, rumah, kendaraan dan sebagainya agar segalanya tampak mempesona dan menyenangkan bagi yang melihatnya. Semua ini menunjukkan betapa manusia sangat gandrung dan mencintai keindahan. Seolah-olah keindahan termasuk konsumsi vital bagi indera manusia. Tampaknya kerelaan orang mengeluarkan dana yang relatif banyak untuk keindahan dan menguras tenaga serta harta untuk menikmatinya, seperti bertamasya ke tempat yang jauh bahkan berbahaya, hal ini semakin mengesankan betapa besar fungsi dan arti keindahan bagi seseorang. Agaknya semakin tinggi pengetahuan, kian besar perhatian dan minat untuk menghargai keindahan dan juga semakin selektif untuk menilai dan apa yang harus dikeluarkan untuk menghargainya, dan ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi orang yang dapat menghayati keindahan. 
 
Hakekat dari Keindahan
Keindahan adalah susunlah kualitas atau pokok tertentu yang terdapat pada suatu hal kulitas yang paling disebut adalah kesatuan (unity) keselarasan (harmony) kesetangkupan (symmetry) keseimbangan (balance) dan pertentangan (contrast).
Herbet Read merumuskan bahwa keindahan adalah kesatuan dan hubungan-hubungan bentuk yang terdapat diantara pencerapan-pencerapan indrawi manusia.
Filsuf abad pertengahan Thomas Amuinos mengatakan bahwa keindahan adalah sesuatu yang menyenangkan bilamana dilihat.
Menurut luasnya pengertian keindahan dibedakan menjadi 3, yaitu :
1. Keindahan dalam arti luas
Keindahan dalam arti luas menurut para ahli, yaitu :
a. Menurut The Liang Gie keindahan adalah ide kebaikan
b. Menurut Pluto watak yang indah dan hukum yang indah
c. Menurut Aristoteles keindahan sebagai sesuatu yang baik dan juga menyenangkan
2. Keindahan dalam arti estetik murni
Yaitu pengalaman estetik seseorang dalam hubungan dengan segala sesuatu yang diserapnya.
3. Keindahan dalam arti terbatas
Yaitu yang menyangkut benda-benda yang dapat diserap dengan penglihatan yakni berupa keindahan bentuk dan warna
 
Keindahan adalah identik dengan kebenaran, keindahan adalah kebenaran dan kebenaran adalah keindahan. Keduanya mempunyai nilai yang sama yaitu abadi dan mempunyai daya tarik yang selalu bertambah yang tidak mengandung kebenaran tidak indah.
Ada dua nilai terpenting dalam keindahan
1. Nilai ekstrinsik yakni nilai yang sifatnya sebagai alat atau membantu untuk sesuatu hal. Contohnya tarian yang disebut halus dan kasar.
2. Nilai intrinsik adalah sifat baik yang terkandung di dalam atau apa yang merupakan tujuan dari sifat baik tersebut, contohnya pesan yang akan disampaikan dalam suatu tarian.

Sabtu, 22 Oktober 2011

Perilaku konsumen

  1. Apa yang dimaksud dengan konsumen dan ciri2 konsumen
  2. Jelaskan dengan apa yang dimaksud dengan perilaku konsumen
  3. Jelaskan penggunaan segmentasi pasar dalam penempatan strategi pemasaran
  4. Jelaskan faktor2 yg mempengaruhi pengambilan keputusan knsumen untuk pembelian ulang suatu produk

Jawabannya:
  1. Konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan/atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan (menurut pengertian Pasal 1 angka 2 UU PK).
Ciri-ciri konsumen: Membeli sesuatu sesuai dengan kebutuhannya, setelah terpenuhi maka akan mencari yang sesuatu yang dapat memuaskannya. Walaupun sifat seorang manusia itu tidak pernah puas.
  1. Perilaku konsumen adalah perilaku permintaan konsumen terhadap barang dan jasa akan dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya: pendapatan, selera konsumen, dan harga barang, disaat kondisi yang lain tidak berubah (ceteris paribus ). Perilaku konsumen ini didasarkan pada Teori Perilaku Konsumen yang menjelaskan bagaimana seseorang dengan pendapatan yang diperolehnya, dapat membeli berbagai barang dan jasa sehingga tercapai kepuasan tertentu sesuai dengan apa yang diharapkannya
  2. Penggunaan segmentasi pasar dalam penempatan strategi pasar itu sangatlah penting, karena sebelum kita membuat suatu produk, kita harus menentukan terlebih dahulu untuk siapakah produk ini kita buat dan kita konsumsi, agar produk kita ini tepat sasaran dalam penjualannya.
  3. a. Kebudayaan.
    Kebudayaan ini sifatnya sangat luas, dan menyangkut segala aspek kehidupan manusia. Kebudayaan adalah simbul dan fakta yang kompleks, yang diciptakan oleh manusia, diturunkan dari generasi ke generasi sebagai penentu dan pengatur tingkah laku manusia dalam masyarakat yang ada.
b. Kelas sosial.
Pembagian masyarakat ke dalam golongan/ kelompok berdasarkan pertimbangan tertentu, misal tingkat pendapatan, macam perumahan, dan lokasi tempat tinggal.
c. Kelompok referensi kecil.
Kelompok ‘kecil’ di sekitar individu yang menjadi rujukan bagaimana seseorang harus bersikap dan bertingkah laku, termasuk dalam tingkah laku pembelian, misal kelompok keagamaan, kelompok kerja, kelompok pertemanan, dll.
d. Keluarga.
Lingkungan inti dimana seseorang hidup dan berkembang, terdiri dari ayah, ibu dan anak. Dalam keluarga perlu dicermati pola perilaku pembelian yang menyangkut:
- Siapa yang mempengaruhi keputusan untuk membeli.
- Siapa yang membuat keputusan untuk membeli.
- Siapa yang melakukan pembelian.
- Siapa pemakai produknya.
e. Pengalaman.
Berbagai informasi sebelumnya yang diperoleh seseorang yang akan mempengaruhi perilaku selanjutnya.
f. Kepribadian.
Kepribadian dapat didefinisikan sebagai pola sifat individu yang dapat menentukan tanggapan untuk beringkah laku.
g. Sikap dan kepercayaan.
Sikap adalah suatu kecenderungan yang dipelajari untuk bereaksi terhadap penawaran produk dalam masalah yang baik ataupun kurang baik secara konsisten. Kepercayaan adalah keyakinan seseorang terhadap nilai-nilai tertentu yang akan mempengaruhi perilakunya.
h. Konsep diri.
Konsep diri merupakan cara bagi seseorang untuk melihat dirinya sendiri, dan pada saat yang sama ia mempunyai gambaran tentang diri orang lain.

Minggu, 16 Oktober 2011

PEMILIHAN BARANG

YAMAHA (MIO)
positifnya
1 harga terjangkau
2 bodynya bagus
3 110cc
negatifnya
1 boros bensin
2 suku cadang mahal
3 tidak ada kunci pengaman
4 bagasinya sempit

HONDA(VARIO)
positifnya
1 ada kunci pengaman
2 bodynya ramping
3 bagasinya luas
negatifnya
1 harga mahal
2 boros bensin
3 suku cadang mahal

SUZUKI(SPIN)
positifnya
1 body ramping
2 harga terjangkau
3 125cc
4 ada kunci pengamannya
negatifnya
1 motornya kecil
2 boros bensin
3 suku cadang mahal

saya memilih honda vario karena ngerasa nyaman dengan boodynya dan spesifikasi dari motornya.

pilihan ke 2
yaitu suzuki spin harga terjangkau dan ada kunci pengamannya jadi ngerasa aman.

untuk kedepannya :  motor HONDA VARIO, harganya di murahin lagi . suku cadang di murahin, pokoknya semuanya di murahin.

Sabtu, 09 April 2011

ARTI DARI SEBUAH CINTA

Cinta adalah sesuatu yang sangat berarti di dunia, tapi terkadang saya bingung mengartikan cinta, cinta memang indah bahkan membuat hati bahagia tetapi terkadang cinta juga dapat menimbulkan rasa sakit yang dalam, kadang cinta dapat membuat keadaan menjadi damai tetapi kadang pula ia dapat menimbulkan perseteruan, bahkan juga cinta dapat mempersatukan manusia tetapi ia juga yang dapat memecah belah tali persaudaraan.
Banyak orang mengartikan cinta sebagai sesuatu yang di agungkan apakah memang harus seperti itu?
Kadang saya mengartikan cinta sebagai rasa kasih sayang yang tulus dari hati, tetapi kadang juga saya mengartikan cinta itu sebagai luapan hasrat yang kadang membuat manusia menjadi lupa diri akan aturan yang berlaku didunia ini, bahkan kadang saya mengartikan cinta sebagai sesuatu yang mengikat langkahku.
Pernah saya mendapatkan cinta yang saya rasa itu sangat tulus dari seseorang tetapi yang ku dapat ternyata cinta itu hanya hasrat sekejap yang datang lalu hilang, kadang saya bertanya apakah di jaman seperti ini masih ada cinta yang tulus, yang penuh dengan kesetian, yang tidak melihat status seseorang, harta, bahkan gelar seseorang.
Memang saya akui sulit mencari cinta yang benar-benar tulus, tetapi bagaimanapun cinta yang tulus akan datang dari hati nurani kita sendiri, tergantung kemana kita akan membawa cinta itu.
Dan saat ini saya memiliki cinta yang sangat tulus didalam lubuk hati, dan saya pun berharap semoga apa yang saya rasa sama dengan yang dia rasakan, dan semoga cinta yang tulus ini akan menjadi sesuatu yang sangat berarti di kehidupan saya dengan dia dan semoga tuhan selalu mempersatukan cinta ini selamanya.

KEKERASAN PELAJAR

Suatu idiom yang sering kita dengar ketika ingin menyampaikan pesan bahwa apa yang dilakukan oleh seorang pendidik akan diikuti oleh murid melebihi apa yang mereka lakukan. Seorang pendidik menjadi panutan bagi anak didik mereka, apabila pendidiknya baik maka anak didiknya akan lebih baik lagi tetapi apabila pendidiknya jelek maka anak didiknya akan lebih jelek lagi.
 
Tindakan untuk memberikan hukuman kepada siswa secara fisik sangat beragam, dari diperintahkan untuk push up, lari keliling lapangan, dijemur hingga pemukulan, secara teori pendidikan tindakan hukuman fisik yang diberikan kepada siswa sangatlah tidak mendidik dan tidak ada hubungannya dengan dunia pendidikan, hukuman fisik tidak menjadikan siswa lebih cerdas dan mematuhi aturan yang ada tetapi merupakan suatu bentuk pembodohan bagi pelajar.

Tindakan kekerasan yang dilakukan oleh seorang pendidik akhirnya akan menjadi contoh para pelajar untuk juga melakukan tindakan kekerasan untuk menyelesaikan suatu masalah atau hal-hal yang menurut mereka harus diberikan hukuman, bukanlah diselesaikan dengan pendekatan-pendekatan humanis.

Ditahun-tahun lalu pun kita seringkali melihat tindakan kekerasan yang dilakukan oleh pelajar atau oleh pendidik, baik itu perkelahian masalah antar sekolah seperti tawuran yang terjadi tanpa ada sebab yang jelas hingga adanya geng-geng pelajar yang sering melakukan tindakan kekerasan, seperti geng NERO, yang anggotanya adalah pelajar puteri

Kenapa tindakan-tindakan kekerasan itu bisa terjadi dikalangan pelajar yang notebonenya adalah generasi bangsa yang akan mengambil alih tampuk kepemimpinan nantinya, apabila sekarang mereka sudah terbiasa dengan tindak kekerasan, kita tidak akan dapat membayangkan bagaimanan jadinya bangsa ini nantinya.

Perilaku kekerasan yang dilakukan oleh pelajar tidak mungkin terjadi secara tiba-tiba saja, pasti ada akar permasalahan, kenapa pelajar suka melakukan tindakan kekerasan, maka banyak indikasi yang di dapat, antara lain :

1.Bahwa perilaku agresi yang dilakukan anak usia remaja sangat berhubungan dengan kebiasaannya dalam menonton tayangan televisi.

Kalau berdasarkan research yang ada maka sudah sangat wajar kalau banyak pelajar melakukan tindak kekerasan karena ini berbanding dengan banyaknya tayangan televisi (film maupun sinetron) yang menayangkan tindakkan-tindakan kekerasan.

Selain tontonan melalui film, tindakan kekerasan pun dapat dilihat dari permainan-permainan melalui play station yang banyak juga menampilkan perilaku-perilaku kekerasan. Sehingga ketika telah terlalu lama disaksikan akan membentuk saraf bawah sadar pelajar untuk melakukan tindakan kekerasan yang mereka lihat.

2. Pembinaan dikeluarga yang tidak maksimal, para pelajar yang tidak mendapatkan perhatian dan kasih sayang yang lebih dari kedua orang tuanya akan mencari perhatian diluar rumah atau pelajar yang terlalu diperketat dengan aturan-aturan orang tua yang menurut mereka sangat berlebihan sehingga mengekang ekspresi diri mereka yang sedang mengalami masa-masa untuk mencari identitas diri.

Ketidak maksimalan pembinaan oleh orang tua bisa diakibatkan oleh terlalu sibuknya kedua orang tua dengan kerja mereka sehingga tidak memiliki waktu yang cukup untuk dapat berinteraksi dengan anak-anak mereka. Pikiran orang tua bahwa dengan memenuhi kebutuhan materi anak-anak mereka itu sudah memberikan kebahagian.

Tetapi kenyataannya pemikiran ini adalah salah, karena kebahagian seorang anak tidak hanya didapat melalui kebutuhan materi tetapi ada juga kebutuhan untuk disayangi dan kebutuhan untuk diperhatikan, ketika kasih sayang yang mereka dapatkan di keluarga hal itu dapat menular dalam pergaulannya di sekolah, anak-anak yang mendapatkan kasih sayang dari orang tua mereka, tidak akan menyukai tindakkan kekerasan.

3. Tidak optimalnya para pendidik memberikan pola pendidikan kepada para anak didiknya, ketidak optimalan ini dapat dilihat dengan tidak fokusnya para pendidik dalam mengabdikan dirinya sebagai seorang pendidik, mereka masih mengangap bahwa menjadi guru merupakan profesi atau pekerjaan bukan sebagai wujud pengabdian dan pembinaan kepada generasi muda yang berasal dari panggilan jiwa. Sehingga perilaku seorang guru tidak mencerminkan sebagai seorang pendidik yang mengajak para anak didiknya untuk berbuat suatu kebaikan, sehingga wajar perilaku kekerasan sering kali dilakukan oleh seorang guru kepada anak didiknya.

Para pendidikan dimata anak didiknya bagaikan monster yang ditakuti bukan untuk dihormati, hal ini disebabkan oleh pendidik yang tidak menjadikan anak didik sebagai subjek pendidikan yang sama-sama memiliki hak dan kewajiban seperti mereka, sebagai contoh adalah perlakuan diskriminatif antara guru dan pelajar, dimana apabila pelajar melakukan kesalahan sedikit saja, seperti tidak memakai atribut sekolah yang lengkap sesuai aturan atau datang terlambat mereka pasti akan dihukum tetapi apabila itu terjadi dengan guru maka tidak ada hukuman yang diberikan oleh pihak sekolah.